Bab 23

1099 Kata

Di dalam ruangan bernuansa biru laut yang cerah, Rani duduk menghadap komputer yang ada didepannya. Jari-jarinya bergerak dengan lihai, menari di atas keyboard. Matanya tetap fokus menatap layar komputer yang ada di depannya, sedangkan mulutnya sibuk menguyah sepotong roti. Tadi pagi, Rani bangun terlambat sehingga dia melewatkan sarapan. Bahkan dia tidak menyadari jika Rey sudah tidak berada di rumah. Meski sudah menghabiskan dua bungkus roti, ternyata perutnya masih keroncongan minta diisi. Matanya melihat kearah jam dinding, ternyata sudah hampir jam 12.00 siang. Rani mengusap perutnya yang berbunyi, "Sabar ya, kurang sedikit lagi." Sebuah kepala menyembul di balik pintu, dengan wajah cengengesan, Vita mengajak Rani makan siang. Wajah yang tadinya sumringah, berubah cemberut karena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN