Aku berdiri di sana, telanjang di bawah cahaya putih kamar mandi. Richard berdiri di depanku dengan sikap tenang dan percaya diri. Kali ini aku melihatnya dengan cara yang berbeda. Ia bukan lagi sekadar laki-laki yang menginginkanku, melainkan bagian dari sebuah sistem yang perlahan mulai kupahami. Ini adalah tentang bagaimana kepercayaan, kendali, dan izin berjalan tanpa pernah diucapkan secara langsung. Jo adalah pusat dari semuanya. Bukan karena ia paling dominan, tetapi karena ia paling tenang. Ia tidak perlu bertanya atau memberi perintah. Ia hanya menata ruang, lalu membiarkan setiap orang bergerak di dalamnya sesuai peran mereka masing-masing. Tian dengan kesepakatannya. Centia dengan sikap menerima. Richard dengan kesabarannya yang panjang. Dan aku, dengan keterbukaan yang baru d

