Jo tidak membuang waktu. Ia berbaring di ranjang, lalu menarikku perlahan hingga kini aku berada di atasnya. Tangannya mencengkeram pinggulku dengan kuat namun terarah. Jo membimbingku untuk memasukkan penisnya yang sudah berdiri sangat tegang ke dalam vaginaku. Napasku tersengal pelan saat tubuhku terasa penuh oleh kehadirannya, membuat sensasi itu menyebar perlahan dan sulit kuabaikan. “Hmphhh… Kenapa rasanya beda dari biasanya Jo. Ini lebih keras, lebih masuk…” ujarku pelan Jo mendekat dan berbicara dengan suara rendah di dekat telingaku. “Tenang Ra, lama-lama kamu pasti terbiasa,” Jo berbisik lembut. Aku menjerit kecil, tanganku mencengkeram lengan Jo dengan erat saat ia mendekapku dalam pelukannya. Sensasinya nikmat, disertai rasa penuh yang mengosongkan kepalaku dari segala piki
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


