"Mbak, beneran gak mau pulang kekantor lagi abis makan siang ini?" Tanya Rani gelisah. Wajah gadis itu menatap penuh sesal, tidak pernah Susi bersikap seperti ini sebelumnya. Menjadi hal baru dan mengejutkan untuk ketiga orang yang sedang menunggu jawaban Susi. Winda dan Arifin juga ikut menghela nafas pasrah ketika kepala Susi mengangguk pasti, bahkan senyum meyakinkan pun terpampang diwajah Susi. "Hari ini aja kok gue keluar mendadak, lagian kenapa sih kalian kok takut banget gue tinggalin. Berasa gue mau pergi jauh aja elah." Candaan Susi sama sekali tidak berpengaruh pada mereka, malahan kesedihan itu semakin terasa. Tidak ada Susi, berarti keselamatan mereka tidak terjamin. Benteng pertahanan mereka tidaklah kuat tanpa Susi, apalagi Arifin yang sering kali molor dijam siang. "Bukan

