Pesan mamak

1115 Kata

Lastri baru saja meletakkan rantang makanan diatas meja rumah sakit, melihat keadaan sang suami yang telah membaik dan juga memandangi wajah putri kesayangannya itu tengah tertidur pulas, selama dua hari mereka bergantian untuk menjaga Sulaiman. Walaupun sudah berapa kali ia mengatakan bahwa dia telah sembuh, tapi Susi dan ibunya belum mengizinkan ayahnya untuk pulang kerumah, apalagi dengan alasan kalau dia merindukan kebun mungilnya. Lastri mengusap kening Susi, dalam hati ia bertanya-tanya masalah apakah yang tengah putrinya itu hadapi hingga meneteskan air mata. Bukannya ia tidak tahu jika Susi sering kali menangis sendirian, Lastri adalah wanita yang telah melahirkan dan membesarkan Susi. Perubahan sedikit saja tentu ia akan cepat menyadari itu. Apalagi Susi yang ngotot tidak mau beke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN