Paris, Prancis. Sudah hampir satu bulan menghabiskan waktu di Paris, nyatanya tak kunjung membuat suasana hati Dirga membaik. Seperti biasanya, kabut tebal di luar ruangan seolah menjadi penyambut pagi hari Dirga. Di temani dengan segelas kopi panas dan sereal coklat bergizi, Dirga duduk di balkon kamar seraya memandangi suasana kota Paris dari ketinggian. Alih alih bersiap untuk menghabiskan waktu di luar ruangan, Dirga lebih memilih untuk mengurung dirinya di kamar apartemen berfasilitas serba ada yang disiapkan oleh Jasmin khusus untuk dirinya dan Bian selama menjalani pengobatan rutin di sana. Jika pergi pun, rutenya selalu sama, dari apartemen ke rumah sakit. Tak seperti hari hari sebelumnya, pagi ini ada sedikit kemajuan yang Dirga rasakan pada tubuhnya. Walau pun rasa sakit d

