"Aku mau pulang," pinta Violetta dengan suara yang lemah. Nyaris saja dia pingsan karena rasa sakit yang menghantam kepalanya. Beruntung, dengan cepat Gilang langsung membawa Violetta kembali ke dalam terminal pelabuhan dan menyandarkan tubuhnya di kursi tunggu yang cukup nyaman. "Ok, kita pulang. Habiskan dulu air minumnya." Membuka kembali tutup botol air mineral yang tersisa setengah lagi. Violetta menggeleng. Tak ada yang ingin dia lakukan selain pulang ke rumah dan mendinginkan kembali kepalanya yang terasa ingin meledak. "Minum-" "Aku mau pulang, Mas." Suara Violetta naik satu tingkat dari sebelumnya. Dia tak suka di paksa seperti itu. Violetta bahkan ingin muntah setelah meneguk setengah botol lebih air mineral itu. Mungkin karena efek kepalanya yang seolah berputar putar.

