"Dirga," ulangnya menyebut nama sang adik di sertai lelehan air mata yang kembali tak bisa di ajak kompromi. "Kenapa bisa seperti ini?" tanyanya dengan suara yang lemah saat melihat tubuh Dirga terkulai lemah dan di atas bibirnya masih terlihat bekas darah yang tersisa. "Tenangkan dirimu, Nona muda," ucap Bian. Dia menahan kedua lengan Jasmin agar tak mendekat pada tubuh Dirga yang sedang di pasangkan infus di tangan sebelahnya, setelah satu satu jarum infus menancap sempurna di punggung tangan lainnya. "Kenapa dengan adikku, Dok?" tanya Jasmin seraya memberontak dari Bian yang menahannya. Keadaan Jasmin saat ini terlihat sangat kacau. Rambut panjangnya terikat asal dan berantakan. Matanya sembab, wajahnya masih terlihat jejak air mata, bibirnya yang hanya tersentuh liptint pun terli

