Sejenak tak terdengar suara apapun selain hembusan napas panjang. "Terimakasih, Nak." Kalimat pertama yang Tama ucapkan dalam menjawab sapaan putri sulungnya. "Papi tahu kamu akan merawat adik kamu dengan baik," sambung Tama. Jasmin semakin merasa bersalah. Seharusnya dia menerima makian dari orang tuanya, karena telah merahasiakan hal sebesar ini. Tapi, lihatlah. Orang tua yang mengasuhnya sejak kecil bahkan tidak menunjukkan nada suara amarah dan kebencian sedikit pun. "Aku minta maaf, Pi. Ampuni aku karena sudah berbohong dengan kalian semua mengenai kondisi Dirga selama ini." Lirih suara Jasmin dan pelan. Andai saja dia punya pintu kemana saja milik Doraemon, mungkin dia sudah menemui Tama dan Dhira untuk berlutut meminta maaf lalu memeluk mereka dengan erat. Sekedar untuk mene

