Belum sempat menjawab pertanyaan dari Gilang, tiba tiba suara ribut ribut terdengar dari balik pintu IGD yang sedikit terbuka. "Awas, nanti jatuh." "Minggir, aku mau mencari orang tuaku." Mereka semua yang ada di sana menoleh, terkejut setelah melihat seorang perempuan yang tengah mendorong tiang penyangga infus berjalan keluar dari balik pintu. "Astaga, Letta." Elindra yang saat itu berada paling dekat dengan pintu pun langsung melebarkan langkahnya dan menahan tubuh Violetta yang masih terlihat lemas. Perempuan itu terlihat menangis, entah apa sebabnya, belum ada yang mengetahuinya kecuali Noni. "Kenapa kamu keluar?" tanya Elindra seraya mengerutkan dahinya. Yang lainnya ikut mendekat, namun tetap memberikan ruang bagi Violetta agar tak merasa sesak. Dan juga, tidak ada perta

