Setelah melakukan perjalanan panjang selama berbelas jam, privat jet yang di tumpangi oleh rombongan Tama telah mendarat mulus di bandara kota Paris. Walau pun terkena jetlag, tak mengurungkan niat semuanya untuk segera mengunjungi rumah sakit yang menjadi tempat Dirga mendapatkan perawatan intensive. Kedatangan mereka di bandara langsung di sambut tiga mobil yang di siapkan langsung oleh Arjuna. Meski pun harus menyesuaikan perbedaan waktu antara Jakarta dan Paris, terlihat tak menjadi penghalang bagi mereka untuk kembali melanjutkan perjalanan. Apa lagi Paris masih pukul tiga pagi. Selama di dalam perjalanan, terlihat raut panik di wajah Dhira dan yang lainnya. Termasuk Violetta. Entah sudah berapa kali, diam diam dia menangisi nasib Dirga yang menurutnya sungguh tidak adil untuk d

