Baik Alana dan Dav tidak ada yang memulai pembicaraan, mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing. Dav mulai beringsut mendekati Alana yang sedang tidur membelakangi dirinya, "Al, apa kita akan seperti ini terus, hem?" Pertanyaan Dav bagaikan angin lalu bagi Alana, entahlah perasaanya campur aduk. Masalah kematian ayahnya saja belum selesai, sekarang ditambah lagi Naura yang mulai berani terang-terangan menunjukan kesombongannya. "Kita makan dulu yuk! Tadi aku sudah suruh bibi buat masak. Setelah itu kamu bisa tidur lagi." "Aku tidak lapar." Jawab Alana datar. Dav menghela nafas pelan, kepalanya sedikit berdenyut. "Aku ambil makanan dulu." Dav bangkit dan keluar dari kamar. Setelah dipastikan suaminya pergi, Alana meraih ponsel milik Dav. Ia mulai memblokir semua akses tentang Naur

