Pagi pertama sebagai nyonya Ardiansyah tak seperti yang dibayangkan sebagian besar perempuan. Tidak ada sarapan romantis di tempat tidur, tidak ada senyum manis dari suami, bahkan tidak ada percakapan. Yang ada hanya kesunyian. Aira terbangun di atas sofa yang dingin. Selimut tipis yang ia tarik semalam sudah melorot ke lantai. Ia membuka mata perlahan, menatap langit-langit kamar yang begitu megah tapi asing. Seolah ia bukan pemiliknya. Seolah ini hanya persinggahan sementara dalam hidup yang penuh ketidakpastian. Adrian sudah tidak ada di kamar. Dengan langkah lemas, Aira berdiri dan berjalan menuju kamar mandi. Wajahnya tampak pucat, mata sembab. Tapi tidak ada waktu untuk bersedih. Ia tahu, sejak semalam, hidupnya telah berubah total. Kini ia tinggal di rumah orang asing. Menikah

