Lagi lagi Livia berteriak histeris saat mengingat bagaimana dia di tolak oleh ibu Farhan. Tidak ada lagi yang bisa dia harapkan. Farhan adalah pilihan yang kesekian kali tapi tidak pernah membuahkan hasil. Sudah dua hari sejak terakhir kalinya dia datang berkunjung ke kantor tempat Farhan bekerja, tapi sekertarisnya malah mengatakan kalau bossnya sedang mengambil cuti. Teriakan Livi yang menggema membuat mamanya kaget, dia yang memang menderita sakit struk tidak sanggup berbuat apacapa. Untung saja kakaknya Gino masih berada di rumah dia pun segera memastikan apa yang membuat adiknya histeris, akhir-akhir ini adiknya memang lebih banyak berdiam diri dikamarnya, tanpa mau membicarakan masalah yang dihadapinya. Gino membuka pintu kamar adiknya dan melihat tubuh Livi terbaring di lantai sed

