Ungkapan Cinta

1414 Kata
Key bersantai di halaman belakang, menikmati sore bersama suami. Farhan sangat memanjakan istrinya dia tidak ingin Key merasa kekurangan. Beginilah kegiatan mereka setiap ada waktu maka mereka akan berbincang-bincang, mengenai apa saja yang sudah mereka lewati dan rencana kemudian diesok hari. Teh hangat menemani obrolan mereka, sesekali Key bergelayut manja di d**a suaminya. Tidak segan juga Farhan menghujaminya dengan ciuman mesra penuh kehangatan. "Terima kasih kak, hari ini kakak sukses membuat ku rindu berat." "aku merindukanmu setiap saat, setiap hari jauh sebelum hari ini tiba. "aku nyaman berada di dekapan kakak" Farhan meraih kepala Key menyandar kedadanya sungguh dia merasa sangat bahagia. Key sudah merasakan hal yang sama, iya yakin istrinya saat ini juga sudah mencintainya. Hanya saja mungkin Key masih seperti dirinya dulu belum memahami hatinya. Farhan mengecup kepala istrinya. "sayang aku bukan suami yang sempurna untukmu aku punya masa lalu yang buruk. Tapi seiring waktu aku tersadar meski agak terlambat bahwa kamu lah masa depanku. Aku menutup masa lalu ku dan kuharap kamu juga demikian, aku akan belajar menjadi imam yang baik untuk keluarga kita" "semenjak kita menikah aku sudah menutup semua tentang masa laluku, karna bagiku pertemuan kita sudah di atur oleh Allah. Kalau kita berjodoh sejauh manapun kita, akan tetap dipertemukan oleh takdir. Dan aku menganggap kita memang ditakdirkan berjodoh. Untuk masalah perasaan, cinta bisa hadir belakangan seiring kebersamaan kita. Bahkan aku sudah mulai berat berpisah dengan kakak, hanya saja aku belum berani mengklaim jatuh cinta pada kakak. Masa lalu kakak juga sudah menjadi bagian penting dari perjalanan kakak. Banyak pelajaran yang bisa kakak ambil dari sana,baik dan buruk semua tergantung kakak menyikapi. Aku bisa menerima masa lalu kakak semua punya masa lalu tapi untuk masa depan berjanjilah tidak ada lagi yang akan mengusik kita". "aku sangat bersyukur memilikimu" Setelah lama mereka terdiam Farhan mengangkat wajah key yang bersandar didadanya. Dilihatnya mata Key terpejam ternyata istrinya sudah tertidur Farhan tidak ingin mengganggu ketenangan Key dia mengangkat Key menuju kamar mereka. **** "aku ingin bertemu Farhan" Lagi lagi Livi mendatangi kantor Farhan saat ini dia harus berbicara. Livi sudah merencanakan semuanya dengan baik, dia akan membuat Farhan kembali padanya, apapun konsekuensinya nanti akan ia jalani. "maaf ibu Pak Farhan sedang sibuk dan tidak bisa di ganggu" "katakan padanya kaapan aku bisa menemuinya" "baik bu silahkan menyimpan nomor ibu yang bisa dihubungi, nanti saya akan memberi tahu pada bapak" Livi pergi tanpa menyimpan apa apa,dia tidak ada cara lain. Kalau berbicara dengan Farhan sangat sulit maka iya akan mendatangi orang tua Farhan. ' Mereka pasti tidak akan menolak cucu mereka.. ya aku akan ke kediaman orang tuanya.' Disinilah iya berada menatap komplek rumah megah yang ada di hadapannya. Dia bingung rumah yang di tempati orang tua Farhan yang mana karna dia memang tidak pernah di ajak berkunjung oleh Farhan. "cari siapa bu" seorang berpakaian securiti menghampirinya. "saya mau ketemu bapak daniel surya wijaya rumahnya yang mana yah pak?" "Pak daniel letaknya disana bu yang cat warna putih" security tersebut menunjuk sebuah rumah yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. "terimakasih pak, saya akan kesana dulu" "mari bu, saya juga permisi". Livi melangkahkan kakinya ke depan rumah tersebut. Jantungnya berdetak tidak karuan. 'bagaimana jika seandainya nanti mereka menolakku apa yang akan ku lakukan?' Livi membatin dalam hatinya tapi dia tidak boleh menyerah dia akan melakukan apapun. Dia menekan bel yang terletak di pagar rumah tersebut, tidak lama seorang pria setengah abad membukakan pintu untuknya. "cari siapa neng?" "saya mau ketemu dengan Pak Daniel dan ibu Andira, apa beliau ada dirumah?" " ibu ada neng, silahkan masuk" Mang Udin mempersilahkan Livi masuk dan bergegas memberi tahu nyonya pemilik rumah yang berada di halaman belakang. "siapa mang" "cewek bu, dia mencari ibu saya lupa tadi tanyakan namanya" "baiklah, terimaksih mang saya akan menemuinya. Bilang sama bi Sari membawa minum kedepan" Bunda Andira segera menemui tamunya diteras depan, dia bingung karna sama sekali tidak mengenal siapa orang yang mencarinya tersebut. "Maaf dengan siapa?" tanya bunda Andira yang melihat Livi yang terus merenung. Livi segera bangkit dari duduknya memberi salam kepada bunda Farhan. "Maafkan saya bu sudah lancang menemui ibu, saya ingin membicarakan masalah penting dengan ibu. Kenalkan nama saya Livia bu" Bunda Andira mengingat ingat nama tersebut sepertinya nama itu tidak asing ditelinganya. "masalah apa yah?" "Ibu, saya sangat minta maaf. Ini menyangkut hubungan saya dengan anak ibu, Farhan" Seketika wajah bunda Andira melihat kearah Livia, pasti ada yang tidak beres hingga wanita ini datang menemui dirinya secara langsung. Pantas saja iya merasa pernah mendengar nama tersebut ternyata ini mantan kekasih anaknya. "kenapa dengan Farhan?" masih dengan ekspresi yang mencoba tenang Bunda Andira mencoba menggali apa tujuan Livi datang menemuinya. "Saya hamil bu, saya sudah berusaha menghubungi anak ibu tapi dia menutup akses komunikasi dengan saya. Bahkan saya sudah tidak punya pilihan lagi bu, langkah terakhir saya lah yang membawa saya kesini. Saya mohon bu saya ingin anak saya mendapat pengakuan dari ayahnya... " Livia menjawab pertanyaan Bunda Andira setelah cukup merasa tenang. Berkali kali dirinya menarik nafas yang dalam untuk menenangkan hatinya. "tapi bagaimana bisa, anak saya sudah menikah" "saya baru tau jika Farhan sudah menikah baru baru ini bu, saat dia memutuskan hubungan dengan saya. Saya pasrah bu tapi setelah itu saya baru mendapati bahwa saya hamil dan saya bisa pastikan bahwa saya benar benar mengandung cucu ibu". Livia sudah berlutut didepan bunda Farhan smbil mengeluarkan isak tangisnya. "tidak mungkin... bukankah..." belum sampai kata kata bunda Farhan dia sudah terjatuh di sofa.Iya benar-benar shock mendengar penuturan dari Livia. 'Jika Farhan sudah bertindak sejauh ini, bagaimana nasib rumah tangganya nanti' "kalau ibu tidak percaya silahkan menanyakannya pada anak ibu, saya hanya ingin anak saya dapat pengakuan dari ayahnya bu. Saya mohon bu jangan meminta saya menggugurkan kandungan saya, saya ingin Farhan bertanggung jawab bu" "Begini, saya tidak bisa memutuskan apa-apa tanpa mendengar dari sisi Farhan. Sebelum itu, saya tidak bisa membantu banyak. Kami akan berbicara setelah mereka kembali. Kamu silahkan pergi dulu, saya masih sangat shock mendengar penuturanmu." Bu Andira segera meninggalkan teras dan menyuruh Mang Udin mengurus Livia. Dia kekamarnya dengan langkah lunglai. 'tidak mungkin Farhan akan bertindak sejauh itu. Anaknya bukan orang seperti itu. Perempuan tadi pasti berbohong pasti dia ingin menghancurkan rumah tangga anaknya' "Ya Allah cobaan apa lagi ini, berikanlah keluarga hamba kebahagiaan dunia akhirat. Hamba menyayangi menantu hamba Ya Allah tapi seandainya perempuan tadi benar, hamba harus melakukan apa?" isak tangis Bunda Andira terdengar sangat pilu. Sebisa mungkin iya terus mensugesti dirinya jika anaknya tidak mungkin melakukanhal yang mengecewakan. Dia memposisikan dirinya berada diposisi Key, pasti sangat sakit melihat kenyataan suaminya menghamili perempuan lain. Wanita mana yang sanggup menerima kenyataan itu. 'Ya Allah hamba menyayangi Key seperti anak kandungku sendiri'. Kalau aku diposisi perempuan tadi pasti sangat terluka juga, dibohongi lalu di tinggalkan.. Iya ditinggalka dengan menanggung luka yang membekas dengan kehamilannya. Apakah sanggup iya menghadapi dunia, cemoohan luar biasa pasti dia terima karna hamil diluar nikah, dan bagaimana kalau benar yang dikandung adalah cucuku? "Astaghfirullahal adzim, Ya Allah apa yang harus kulakukan?" 'Aku harus menemui Farhan, aku harus tau yang sebenarnya ' 'semoga saja semua masih bisa diselesaikan secara baik-baik'. **** Di tempat lain Key menyambut kepulangan suaminya. Senyum manis yang nampak di wajahnya tidak surut saat melihat suaminya memasuki rumah. Dia menghampiri suaminya lalu memeluknya. Farhan membalas pelukan istrinya. Sikap manja istrinya Yang seperti inilah yang selalu membuatnya rindu, yang selalu membuatnya ingin berada di dekat istrinya. "kak aku merindukanmu" "aku juga sayang, kamu tau setiap saat aku memikirkanmu. Aku berusaha mengerjakan semua pekerjaan kantor dengan cepat agar bisa pulang melihat istriku yang selalu bikin gemesh dan rindu" Farhan mengacak puncak kepala istrinya. Mereka bergandengan tangan menuju kamar mereka. "kak aku merasa aku juga mencintai kakak" "hm...benarkah? kalau begitu aku akan sangat bahagia" dia mengendong istrinya menuju sofa. Mereka menghabiskan hari itu menonton Tivi didalam kamar. "Terima kasih sayang,aku sangat bahagia" "aku bingung sendiri kak, aku tidak bisa menahan perasaanku. Aku selalu ingin ada bersamamu" "akan kuusahakan agar selalu bisa berada bersamamu sayangku. Aku sudah memikirkan kenapa kita tidak pergi liburan lagi?" "boleh kak, aku juga memikirkannya" Key sangat antusias dengan rencana liburan mereka. "kita akan melakukannya akhir pekan ini, kamu mau kita kemana?" "terserah yamg penting bersama kakak saja." Farhan memang melihat banyak perubahan pada diri Key, dia merasa istrinya semakin manja dan selalu ingin di dekap olehnya. Melihat sisi lain Key membuat Farhan semakin mencintai istrinya. ' bahagia memang sederhana, cukup seperti ini sudah membuat hidupnya penuh warna. Apapun yang sudah menjadi takdir kita sampai saat ini jika kita menikmati prosesnya maka semua akan indah pada akhirnya.'
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN