Semakin bahagia 2(kejutan Farhan)

1438 Kata
"bagaimana keadaan disana?" "sudah sembilan puluh persen bos" "baiklah kamu harus memastikan semua sempurna saya tidak ingin ada hal sekecil apapun yang bisa merusak semuanya" "baik bos, dijamin bos akan puas" Farhan menutup sambungan telepon, tadi dia berbicara dengan pengurus EO yang dia percaya mendekor kejutan special anniversary ke-dua tahunnya bersama sang istri. Mengingat saat pernikahannya dulu tidak ada pesta dan resepsi, maka hari ini Farhan akan memberikan kejutan untuk pujaan hatinya. Dia dan Mama Indar sudah merencanakan dari dua minggu yang lalu. Semua kerabat dan keluarga dekatnya akan ikut meramaikan acara tersebut. Mereka memilih halaman rumah Indar selain lebih aman, akan sangat berkesan juga untuk Key nantinya. Setiap mengunjungi mamanya maka iya akan mengingat bagaimana perjuangan suaminya mempersiapkan segalanya. Halaman luas itu sudah disulap dengan dekorasi begitu megahnya. Acara yang dirangkai dengan candle light dinner. Farhan sangat takjub setelah dia melihat hasil konsep yang dia rancang bersama mama mertuanya. Bunga asli yang terpasang menambah sejuk pemandangan, dikombinasi dengan daun hijau pada venue outdoor menambah suasana romatis dan timeless. Pengguanaan elemen natural seperti kayu dan rotan juga memberi aksentuasi hangat yang sangat selaras dengan udara terbuka. Farhan sudah tidak sabar melihat reaksi istrinya. Konsep rustic dipadukan intimate beckyard menambah syahdu suasana. *** Acara sebentar lagi akan dimulai Farhan dan Key sudah bersiap, tentu saja Farhan tidak memberitahukan Key tujuannya, dia hanya meminta Key menemaninya kesebuah pesta. Penampilan mereka sangat sempurna karna dirias langsung oleh ahlinya. Key sangat faham pesta yang diadakan oleh kalangan pengusaha. Semua mewah dan glamor jadi dia tidak kaget ketika Farhan menyewa jasa makeup artist dan fashion stylish khusus untuknya. Pasti Farhan ingin mereka tampil perfect. "kenapa kita kerumah mama sih kak? oh aku lupa bilang tadi aku nggak jadi kesini soalnya mama ke mba Priyanti. Key masih kebingungan ketika dirinya mencoba memberi penjelasan pada Farhan. "ada apa sih?" tanyanya penasaran. "tenang saja, sekarang kamu tutup mata dulu" Ditengah kebingungannya dia tetap mengikuti keinginan suaminya. Farhan menuntun Key berjalan dengan mata tertutup. "jangan di buka dulu yah, nanti hitungan ke tiga maka lakukan. Okey?"bisik Farhan dengan lembut ditelinga Chaira. Key menganggukkan kepalanya, pertanda iya mengerti penjelasan dari suaminya. "okey siap 1,.... 2..... 3" Key seketika membuka matanya dan alangkah takjubnya melihat suasana yang menyegarkan di depan matanya. Keindahan lampu hias yang menyala menambah elegan suasana, senyum indah nampak enggan pergi dari sudut bibirnya. "kak aku sedang dimana, aku sedang tidak bermimpi kan" "tidak sayang kamu masih terbangun. Ini semua untukmu" jawab Farhan meyakinkannya. Tiba-tiba semua lampu padam dan kembali menyala beberapa menit kemudian. Key yang tadi ketakutan memluk Farhan. Disaat yang bersamaan lampu menyorot tulisan anniversary ke dua dan menampilkan namanya dan Farhan disana.. Seketika tangis haru tidak mampu lagi dia bendung. Isakan halus lolos dari bibirnya. "jangan nangis dong, make upnya rusak tuh" Farhan mengusap pipi istrinya dengan ibu jarinya. Ia lalu membawa Key kedalam pelukannya kemudian mengecup puncak kepalanya memberinya ketenangan. Dalam hati tidak hentinya dia merapalkan doa agar mereka tetap bersama dan bisa merayakan anniversary mereka setiap tahunnya. Lampu sudah menyala dengan sangat terangnya, semua kerabat dan keluarga sudah memenuhi halaman belakang rumah Indar. Mereka semua hanyut dalam rasa bahagia yang tak terhingga. "kenapa tidak bilang sih kak, mau mengadakan ini semua" "ini special untukmu kalau kakak bilang maka akan berkurang kesannya. Lagian kamu ada-ada saja, mana ada kejutan di kasih tahu duluan" Farhan menoel hidung sang istri dengan mesra. "terimakasih sayang sudah menjadi istri yang baik selama ini. Tetaplah disisiku" Farhan memeluk istrinya lagi, tidak ingin rasanya iya melepaskan pelukannya. Entah kenapa akhir akhir ini dia sering gelisah dan hanya mendekap istrinya saja dia bisa merasakan kedamaian. "selama kakak menginginkanku disini maka aku akan tetap bersamamu kak" Key menunjuk d**a suaminya. "hanya kamu disana, tidak peduli bagaimana perasaanmu padaku. Cukup kamu disisiku dan aku akan selalu membuatmu bahagia" "aku percaya kak, kakak tidak akan membagi hati ke perempuan yang lain. Aku siap menghabiskan seluruh hidupku untumu selama tidak ada orang lain diantara kita mulai saat ini" Farhan sangat bersyukur mendengar ucapan istrinya. Kalimat penegasan Key tadi menambah panjang daftar penyesalan dalam hidupnya. Menyayangkan dia pernah menyia-nyiakan istri sebaik Key, dan menyesal pernah mengharapkan pernikahan mereka berakhir dihari ini. Farhan bersyukur, dirinya cepat menyadari kesalahannya. Sehingga dirinya masih bisa mempertahankan rumah tangganya. "Ya Allah engkau yang mengatur segalanya. Ampuni ucapan hamba yang pernah menginginkan hubungan ini berakhir saat ini. Hamba mohon berilah kebahagiaan kepada kami dan jauhkanlah kami kepada marabahaya. Semoga engkau memberikan kami kepercayaan mendapatkan keturunan yang saleh/saleha. Ya Allah hamba tau hamba selama ini belum menjadi imam yang baik untuk istri hamba, tapi berilah hamba kesempatan memperbaiki segalanya.. Beri hamba umur panjang untuk bisa belajar menggapai ridho dari pernikahan ini. AAMIIN'' Tangis haru mengiringi untaian panjang doa yang dia panjatkan di akhir shalat tahajudnya. Farhan terbangun setelah bermimpi buruk, dia melihat istrinya masih terlelap dengan tenang.Tidak ingin mengganggu tidur istrinya dia segera beranjak dengan hati-hati.. Membersihkan dirinya lalu mengerjakan Shalat Tahajjud. "Sungguh mimpinya membuatnya gelisah, semoga tidak akan ada hal buruk menimpa kita. Aku tidak akan sanggup jika harus berpisah denganmu. Aku mencintaimu istriku, maafkan aku pernah menorehkan luka di hatimu." Farhan mencium kening istrinya dengan sangat lama. Setelah itu mata Farhan tidak bisa lagi terpejam, hanya memandangi wajah cantik istrinya saja dia akan merasa tenang. Sepenggal kejadian dalam mimpinya terus terbayang dalam ingatannya. Iya takut jika hal tersebut, benar nyata. Suara masjid membangunkan Key dari tidurnya di pagi hari, merasa ada yang memandanginya Key melirik ke arah suaminya. "kakak kenapa?" "tidak apa apa, kakak senang melihatmu tertidur dengan tenang" Jawab Farhan yang mengusap pipi istrinya, Key melihat disekitar kelopak mata suaminya menghitam. Iya tahu jika Farhan kurang tidur semalaman. "kakak bangun dari tadi yah?" "iya, tepatnya tidak bisa tidur dan takut tertidur" "pasti mimpi buruk. Aku pernah mendengar bahwa saat kita mengalami mimpi yang buruk dalam tidur, maka jangan ceritakan perihal tersebut pada orang lain. Tapi ketahuilah kak mimpi itu hanya bunga tidur. Alam bawah sadar kita beraksi karna fase otak kita bekerja dengan aktif. Sebelum tidur baiknya semua beban kita tanggalkan supaya tidur bisa nyaman dan kitapun tidak terganggu hal yang tidak diinginkan" Farhan membawa kepalanya dipangkuan sang istri dan memberi ciuman di perut Key. Tangannya iya lingkarkan dipunggung Istrinya. "apa kakak sudah tenang" "iya, makasih sayang. Aku mencintaimu" "aku mau mandi kak, baru shalat subuh. Tunggu yah" Mereka berjalan menuruni tangga, rumahnya memang sengaja mereka beri satu ruang khusus sebagai Mushallah untuk beribadah. Disinilah mereka menuntaskan semua kegelisahan yang melanda serta memohon kepada penciptanya.Hanya keyakinan pada Allah saja mereka bersandar sejatinya berharap pada manusia akan menyebabkan kecewa semata. ***** Farhan tiba dikantor tepat waktu, hari ini Yuni sudah memberinya jadwal apa saja kegiatannya seharian ke depan. Dia bisa bernafas lega karna hanya beberapa saja agendanya. Untuk mengalihkan fikirannya iya segera memulai kegiatannya rencananya iya akan pulang lebih cepat setelah merampungkan pekerjaannya. Sebelumnya Farhan memberi pesan pada sekertarisnya bahwa dia tidak ingin diganggu agar pekerjaannya cepat selesai, agar iya bisa pulang lebih cepat. Hanya berada disamping istrinya iya bisa merasa tenang. Ponsel yang dia simpan disaku celananya berbunyi, setelah dilihat muncul nama my love sebagai pemanggil. Iya segera menggeser tombol berwana hijau di layar. "Hallo istri cantikku" Key yang mendengar menyungging senyum tersipu, sungguh hanya seperti ini membuatnya selalu merindukan suaminya. "Assalamualaikum suamiku" "waalaikum salam " "kak pulangnya jam berapa?" "pulangnya agak cepat dari biasanya, kenapa sayang?" "gak tiba tiba aku merindukan kakak aja" "sabar yah sayang, aku akan pulang secepatnya. Aku juga merindukanmu" "okey kak, semangat bekerja yah" "terimakasih, love you so much honey see you" Farhan melanjutkan pekerjaannya dengan semangat. Key adalah segalanya untuknya, Key adalah mood boosternya, Key pelengkap segala hal dalam hidupnya betapa dia merasa bodoh terlambat memahami hatinya. ****** Diluar sana keadaan sedang kacau, Livia datang ingin menemui Farhan akan tetapi Yuni mencegatnya karna Bossnya tersebut sudah mewanti wantinya agar tidak membiarkan siapapun mengganggu aktivitasnya. Livi yang geram bahkan sangat geram karna Farhan sudah menutup semua akses komunikasi dengannya. Saat dia menggunakan nomor yang baru maka Farhan akan segera memblokirnya. Lagi dan lagi bagi Farhan semua sudah selesai, Iya menganggao bukunya bersama Livi sudah ditutup dan tersimpan dengan rapi. Livi yang merasa putus asa nekat mendatangi kantor tempat Farhan bekerja,tapi tetap saja Farhan sekarang sulit iya temui. Dia tidak mungkin berbuat onar di tempat umum seperti ini dia tidak ingin malu hanya karna sikap arogannya. 'baiklah sementara ini, aku harus mengalah untuk menang'. dia pun berlalu tanpa pamit dari hadapan Yuni. Satu jam berikutnya Farhan keluar dari ruangannya, dia bersiap pulang menemui istrinya. Hanya berpisah beberapa jam saja membuat rindunya tidak terbendung lagi. Melihat senyum Key sudah menjadi candunya setiap hari apalagi saat wajah Key merah merona seperti udang rebus ketika dia melemparkan godaan untuknya. Membicarakan istrinya membuat dia sendiri sulit menahan diri.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN