“Hai... lagi sibuk ya?” Rara datang menghampiri Azzam yang duduk tidak jauh dari pintu kamar omnya. Dari dia dengar kabar Dina menikah hingga saat ini, dia tiba di kediaman omnya, belum ada berkenalan dengan Azzam. Ada rasa bahagia saat melihat, sepupunya menikah dengan orang yang tepat. “hmmm...mbak.. lagi balas pesan rekan kerja aja, mbak!” ucap Azzam sambil meletakkan Handphonnya di meja di hadapannya. “Waduh..., jangan panggil mba dong, aku itu seumuran dengan Dina, ya walau tuaan aku setahin sih. Panggil Rara aja deh, biar lebih akrab.” “Iya, Ra. Soal tadi...” “udah santai aja, aku sama Dina udah biasa ribut kaya tadi, dari kecil kami memang gitu. Kami kaya anak kembar yang ribut karena rebutan mainan.” Ucap Rara sambil tertawa saat mengenang masa kecil mereka. “Dina itu anaknya m

