Part 38

2164 Kata

Willy menghela napas saat dia dan Bagas tiba di Cafe Nikmatoz yang pengunjungnya sangat ramai. Willy tidak suka keramain, dia ingin pulang tapi tidak enak dengan Bagas yang sudah membawanya kemari. Mereka duduk. Memesan kopi dan Bagas pun merokok. "Rokok Will." Bagas menawarkan pada Willy. "Gak," tolak Willy. "Oh lo gak ngerokok ya." "Kadang-kadang aja." "Emm, di saat tertentu aja ya, pasti kalau lagi galau." "Yaa kurang lebih gitulah." Bagas memajukan badannya di hadapan Willy. "Di sini banyak cewek cantik. Siapa tau bisa jadi teman main kita malam ini." "Lo aja, gue gak." "Yakin?" "Iya." Bagas lalu tertawa. "Gue bercanda kok Will, mana ada juga yang mau main sama orang miskin kaya gue." "Tujuan kita ke sini ngapain sih Gas, kalau gak ada yg penting gue mau pulang." "Jangan d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN