PLAK! Aca ditampar Papahnya. “Beraninya ya kamu bohongin Papah! Guntur sudah cerita semuanya. Kamu menolak dia dan Papah benar-benar kecewa sama kamu, Aca!” “Guntur itu laki-laki yang bobot-bebetnya jelas! Dia laki-laki yang pantas menjadi suami kamu! Apalagi yang kamu cari! Guntur adalah laki-laki yang tepat untuk kamu!” Aca mengepal tangannya. Setetes cairan bening menetes jatuh dari mata kirinya. “Papah kenapa sih Pah maksa-maksa Aca untuk nikah sama orang yang gak Aca suka! Sekali aja Papah ngertiin Aca! Aca capek diatur-atur terus! Aca mau bebas Pah! Aca gak mau sama yang namanya Guntur itu! Aca gak akan pernah mau jadi istrinya! Dia laki-laki jahat! Kalau Papah nikahin aku sama dia sama aja Papah ngebunuh aku!” PLAK! Tangan Malik kembali melayang di pipi Aca. “AKU BENCI SAMA

