43 - Pulang

1186 Kata

Di perjalanan pulang dan Aca hanya diam tanpa mengeluarkan kata sepatah pun. Dia juga memalingkah wajahnya dari Damar. Dia hanya duduk diam, menunduk dengan wajah sedih. Damar menoleh melihat adiknya yang membisu. Dia menggapai kepala adiknya dan mengusapnya lembut. "Gak usah cengeng. Kamu udah gede," ujarnya. "Kakak gak maksud nyakitin kamu. kakak cuman gak mau adik kakak satu-satunya dibodohin sama laki-laki." Aca yang dibegitukan malah tambah sedih dan akhirnya meneteskan air matanya. Dia memandangi saudaranya itu. "Kak Damar jahat. Kak Damar mukulin aku." Damar membating strinya. "Mau gimana lagi kalau kamu gak digituin kamu gak akan sadar." Aca melihat ke perutnya. "Kalau Adi marah terus dia ninggalin aku gimana?" Damar terdiam. Tidak tahu juga harus menjawab apa. "Aku butuh so

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN