Pagi hari Aca terbangun dari tidurnya yang terasa nyaman. Dia melihat sekeliling. Bingung dengan keberadaannya. Dia dimana dan tempat siapa? Dia berangsur turun dari tempat tidur. Dia masih mengamati ruangan. Tidak sengaja matanya menangkap kertas kecil di atas nakas yang terletak di samping tempat tidur. Dia ambil dan membacanya. “Aku pergi berbelanja. Sarapan buat kamu ada di dapur.” Tulisan tangan yang tidak familiar. Ini rumah Willy, dia tahu sekarang. Dia segera keluar kamar dan mencari dapur di rumah yang sederhana ini. Terbilang kecil dibandingkan rumahnya. Aca tiba di dapur. Di meja makan dia mendapati nasi goreng yang ada telur sapi yang diberi kecap di bagian kuningnya. Ini salah satu makanan favoridnya. Dia segera duduk dan menikmati nasi goreng itu. Dia lapar sekali sampai

