19.00 WIB Mobil dengan warna hitam mengkilat memasuki perkarangan rumah dan terparkir di garasi. Malik keluar dari mobil mahal tersebut. Dia melangkah masuk ke dalam rumah mewahnya dan langsung menuju ke kamar. “Eh Papa sudah pulang.” Sita turun dari ranjang menghampiri sang suami. Dia cium tangan gagah pria itu atas rasa hormat. Dia dipeluk dan diberi kecupan manis di puncak kepala. Sita tersenyum. Dia pun membantu melepaskan dasi dan sepatu pria yang di hadapannya ini. “Gimana Pah, di kantor?” “Lancar Ma.” “Syukurlah. Mau Mama buatkan teh hangat, Pah?” “Boleh.” “Ya udah, Mama buatkan dulu ya.” Malik mengangguk. Sita keluar kamar menuju Dapur. Sampai di dapur dia melihat Willy duduk menyendiri di meja makan dengan wajah yang tampak murung. “Kamu ngapain di sini, Will?” Willy t

