23.00 WIB Willy masuk kamar setelah lama menyendiri di teras rumah. Di tempat tidur dia tidak mendapati Aca padahal sepeninggalannya tadi Aca sedang tidur pulas di kasur. Tiba-tiba terdengar suara orang muntah-muntah di toilet. Dia ke sumber suara dan mendapati Aca yang sudah tampak lemas dengan wajah pucat. Cepat dia dekati cewek itu. “Ca, kamu kenapa?” Dia pun sangat cemas. “Aku pusing banget Will.” Aca memegangi kepalanya. “Huek…” Dia pun muntah kembali dan mengenai pakaian Willy. “Kamu masih kuat jalan?” Dia membantu Aca berdiri tapi Aca tak kuat karena dia benar-benar lemah. “Maaf,” ucap Willy saat dia mau menggendong Aca. Dia membawa Aca ke tempat tidur. Dia baringkan cewek itu lalu mengusap keringat di wajah Aca. “Ca, aku kasih tau papa-mama kamu dulu ya.” Willy keluar kamar

