Willy sampai di kampus. Saat menuju ruang kelas tidak sengaja dia berpapasan dengan Melea. Wanita yang sempat menjalin kasih dengannya itu. Dia cepat menunduk dan mempercepat langkahnya. “Will!” Dia dipanggil. Rasanya senang suara itu menyebut namanya. Dia tersenyum. Apa sebaiknya dia menoleh atau tetap jalan aja? “Will!” Dia menoleh. “Apa?” Melea mendekatinya. Berdiri di depan gadis itu membuat jantungnya berdetak cepat. Rasanya masih sama. Dia senang bisa melihat wajah gadis itu sedekat ini. Andai saja mereka masih sama-sama. Melea menatap lurus mata Willy. Matanya berkaca-kaca, sedih. Dia tidak bisa membohongi perasaannya. Dia masih mencintai lelaki itu. Willy menunduk. Sama dengan Melea, lelaki ini juga tidak bisa membohongi perasaannya. Dia rindu dengan gadis depannya ini. Ingin

