Part 16

2142 Kata

Willy mengusap wajahnya. Kini beban pikirannya bertambah lagi. Entah bagaimana dia bisa lolos dari ancaman Iqbal. Tidak mungkin dia memenuhi syarat yang Iqbal inginkan. Dia tidak akan membiarkan Iqbal menyentuh Aca. Aca tiba di kelas. Dia melihat Willy duduk di kursi belakang. Dia menuju ke sana dan saat melewati kursi Iqbal, cowok itu tersenyum aneh padanya. Bahkan cowok jangkung itu meliriknya dari ujung kaki sampai ujung kepala. Aca mempercepat langkahnya hingga sampailah dia dan dia duduk di kursi samping Willy. Dia melempar senyum ke Willy tapi Willy malah mengalihkan pandangan. “Will, ni buat kamu.” Aca memberikan roti keju yang dia beli di kantin. Willy menoleh melihat pemberian Aca. “Ambil,” pinta Aca. “Pasti kamu belum makan, kan?” Willy ambil permberian cewek itu. Dia pun m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN