Part 17

1837 Kata

Malik masuk ke kamar. Dia mendudukan diri di pinggir ranjang, masih dengan rasa emosi. Sita menyusul, dia menutup pintu kamar lalu duduk di samping suaminya. "Pah, apa yang dikatakan Aca itu benar. Gak seharusnya Papa sekejam itu sama Willy. Kasihan dia, Pah. Dia pasti kesusahan. Dia gak punya cukup uang. Belum lagi pengeluaran kuliahnya ditambah biaya sehari-hari. Apa Papa gak ngebayangin sesulit apa hidup Willy?" Malik berdiri, satu tangannya di pinggang. "Siapa suruh dia berulah. Kalau dia tidak macam-macam gak mungkin aku sekejam itu sama dia." Dia berbalik menghadap sang istri. "Mama pikir dong, dia memperkosa anak kita. Apa itu perbuatan yang layak dilakukan? Enggak, kan. Makanya dia pantas dapat pelajaran. Dia berani membuat Aca sampai hamil jadi dia harus tanggung jawab dan terim

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN