Ketika keluar dari kamar dan menemukan Andin tengah duduk santai diruang tamu, Alvaro sontak melebarkan senyuman, ia berjalan mendekat lalu duduk disamping Andin. "Nanti lo jadikan nemenin gue ke pesta ultahnya Sinta?" "Jadi, emang kenapa?" Tanya Andin. Cewek itu kembali menatap TV setelah menjawab pertanyaan Alvaro. "Udah nyiapin baju?" "Udah," "Gue kirain belum." Kepala Andin menoleh cepat. Ia meletakkan toples camilan di atas meja sebelum duduk menghadap Alvaro. "Emang kenapa kalo gue belum nyiapin baju?" Alvaro mengerdikan bahunya. "Nggak apa-apa. Kalo lo belum nyiapin baju, gue mau kok nemenin lo buat beli." "Tumben lo." "Tumben apanya?" Andin mendekatkan wajahnya. Berbisik di samping telinga Alvaro. "Tumben baik." Alvaro mendorong pipi Andin menjauh menggunakan telunjuknya.

