Bagian Dua Puluh Tujuh

1267 Kata

Sejak beberapa menit yang lalu, setelah Alvaro menghampirinya bersama dengan Andin, Sinta secara terang-terangan menatap Andin dengan tatapan tak sukanya. Tapi ketika Alvaro menatap kearahnya, Sinta akan memasang senyum manisnya. Andin sebenarnya menyadari tatapan Sinta itu, hanya saja ia berpura-pura tidak tahu saja. Tapi lama-lama ia merasa tidak nyaman jika ditatap seperti itu. Apa lagi ketika Sinta terlihat akan menghampirinya. Untungnya ada Alvaro, jadi Sinta tidak akan berani menghampirinya. Sekarang Andin jadi menyesal menemani Alvaro kesini. Seharusnya ia tidak usah ikut tadi. "Lo kenapa?" Tanya Alvaro ketika Andin bergeser ke arahnya. "Oh? Nggak apa-apa kok. Hehe," Andin memaksakan tawanya. Alvaro mengernyit melihat tingkah Andin. Ia lalu mengedarkan pandangannya, mencari tahu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN