Bagian Dua Puluh Sembilan

1120 Kata

Meja makan yang biasanya diisi oleh perdebatan-perdebatan kecil, kali ini hanya diisi oleh keheningan. Yang terdengar hanya dentingan sendok beradu dengan piring. Meski Alvaro mencoba menahan mulutnya untuk bicara, ia tetap tidak bisa sepenuhnya melepaskan pandangannya dari Andin. Sesekali ia akan melirik Andin, memastikan cewek itu sarapan dengan benar. Dan ketika Andin menoleh padanya, Alvaro akan buru-buru menunduk. Berpura-pura menyibukkan diri dengan sarapannya. Ketika telinganya mendengar suara kursi yang dimundurkan, Alvaro segera mengangkat pandangannya. Mata Alvaro mengikuti pergerakan Andin yang kini membawa piringnya ke wastafel. "Udah selesai sarapannya?" Tanya Alvaro. Sebab tadi ia melihat jika Andin baru memakan sedikit sarapannya. "Udah," "Makan lo dikit banget. Apa kenya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN