Hadiah terindah

1503 Kata

Akhirnya semua urusannya selama 3 hari di Batam selesai. Zidhiana pulang tanpa ditemani Rasty karena sahabatnya itu masih memiliki jadwal kuliah. Seperti biasanya, ia lebih memilih kapal besar yang membuatnya santai menemani perjalanannya pulang. Kali ini ia sengaja memakai masker agar tidak dikenali oleh teman-teman Dias di pelabuhan nantinya. Ketika ia tiba di bagian pengecekan tiket masuk, sepertinya petugas ini mengenalinya. “Mbak Zi, bukan?” sapa pria itu. Tersenyum ramah sambil menyobek bagian karcis untuk penumpang. Gadis itu hanya mengangguk kikuk. “Sst.. Jangan bilang sapa-sapa ya mas Jack,” bisiknya. Jack hanya tersenyum simpul dan memahami semuanya. Hanya dia yang mengerti situasi hati Zidhiana yang masih porak poranda. Sekarang pria itu kembali bertugas di Batam setelah 6 b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN