Barry menghela nafasnya setelah palu diketok berulang kali oleh hakim. Hari ini adalah hari dimana Papa Sukma itu sidang perceraian. Istri Barry tidak mau memberi kesempatan kedua padanya. Arina, wanita yang juga datang ke sidang perceraian mereka tersenyum sinis ke arah Barry. "Silahkan nikmati penderitaan mu, Barry." kata Arina. Barry yang mendengar itu hanya tersenyum kecil. "Kakekkk!" seru seorang balita berlari tertatih menghampiri nya. Wajah Barry langsung berubah cerah, senyum bahagia nampak terpancar. Barry langsung menggendong Zio dengan wajah girang. "Kok disini?" tanya Barry. "Sama Mama, tuh!" seru Zio menunjuk Sukma yang duduk dikursi belakang. Senyum Barry semakin mekar melihat sang anak tengah melambai padanya. "Tapi sepertinya aku ngga akan menderita Arina. Kare

