Sebuah Keputusan

711 Kata

Mario dan Mama nya hanya bisa mengangguk setuju dengan keputusan Sukma. Wanita itu akhirnya selesai dengan konflik batin nya dan memutuskan untuk memaafkan kesalahan Papah dan Mamah nya dimasa silam. "Kalau gitu adek mandiin Zio dulu ya," "Iya sayang." kata Mario. Wanita dengan piyama floral putih itu langsung bangkit dari duduknya dan berjalan dari living room ke kamar sang anak. "Kok bisa sih kamu punya istri baik kayak gitu." celetuk Mama Mario. Mario terkekeh. "Sesuai amal dan perbuatan Mah." sahut Mario. Mamah Mario mencebik. "Yaudah, Mamah mau shopping sama geng Mamah. Titip salam aja buat kakek nya istri kamu." Mario menganggguk pada sang Mamah. "Kamu kalo senggang tuh ke rumah Mamah dong. Masak ngga pernah ngejenguk Mamahnya," protes Mamah Mario. "Ya gimana orang dari k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN