Aku sudah salah sangka. Aku pikir nama yang di maksud Roy adalah Brian. Ternyata bukan. Berarti bukan dokter itu yang sudah andil dalam masalah ini. Awalnya memang dia sangat mencurigakan. Tetapi aku ternyata salah sasaran. "Jadi nama dokter itu bukan Brian? Lalu siapa Roy?" tanya Ana memastikan. Namanya Arman. Itu adalah nama dari dokter muda yang mengikuti ayahku. Aku mengetahuinya dari seseorang yang sudah aku bayar. Dia tidak memakai kacamata, dan rambutnya sedikit cepak. Tingginya persis dengan tinggi Midas. Apakah kau sudah pernah bertemu dengannya, Midas? Sepertinya kalian menemukan seseorang, tanya Roy. "Kau memang benar. Di ruangan dokter jaga ada satu dokter yang sangat mencurigakan. Tetapi namanya tidak sama dengan yang kau sebutkan. Namanya adalah Brian. Terima kasih atas se

