Persaingan Yang Semakin Ketat

1108 Kata

"Jadi kau menantangku? Baiklah, aku akan mengambil donasi itu. Biar saja rumah sakit ini mengalami kebangkrutan. Aku tidak akan peduli lagi," kata Arman lalu branjak dari duduknya. "Arman, tunggu!" cegah Paman. Wajahnya sangat pucat. Entah apa yang terjadi. Kenapa sampai seperti ini. Rumah sakit ini sangat terkenal dan banyak sekali pasien dalam kalangan elit. Kenapa, malah akan bangkrut? Ini sama sekali tidak masuk akal. "Dia bukan siapa-siapa. Kenapa kau malah mempercayainya? Kenapa kau tidak percaya denganku. Kita sudah sepakat untuk tidak mempercayai siapapun. Dia--" tunjuk Paman tepat ke arahku. Aku semakin geram melihatnya. "Haha. Yah, dia bukan siapapun. Kau, jangan pernah seperti ini," lanjutnya tegas. Ini rumah sakit peninggalan ayahku dan Kakek. Tidak akan aku biarkan siapap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN