sesion 2 bab.1

1230 Kata

“Mbak Anita? Kenapa dengan Mbak Anita, Ma?” tanyaku bingung. Wanita paruh baya dengan mata teduh itu hanya menjawabnya dengan senyuman. Lalu kembali melanjutkan acara masak besar ini bersama. Daging kerbau segar yang kutaksir satu kiloan lebih itu dibagi menjadi dua macam masakan. Dibuat asem-asem juga soto kerbau. Lalu ada juga teman pendamping seperti bakwan dan mendoan. Hingga tanpa sadar aku turut menyicip ketika tempe berselimut tepung dengan irisan sayur itu telah matang. Masih mengeluarkan asap yang mengudara. “Maaf, Bu, Dijah nyicip mendoannya,” ucapku sambil duduk ketika semua makanan yang akan kami sajikan siap diangkat ke meja makan. “Gak papa, Nak. Gimana rasanya? Apa seenak buatanmu?” tanyanya. Bumbu mendoan diracik ibu sendiri tanpa bantuanku. Beliau membuatnya sebelum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN