Sesion 2 bab.20

1116 Kata

“Apa mbak Dijah gak jatuh cinta dengan Mas Adam?” Aku terdiam, hingga detik kemudian lelaki berpakaian suamiku itu datang, dan membuatku terpana. “Mas Ammar,” ucapku lirih menatapnya. Suara deheman dari lelaki berparas mirip mas ammar itu membuatku sungkan. “Aku adam bukan ammar,” ucapnya. “Maaf, Mas.” Aku duduk di sofa panjang bersama Dinda, sedangkan mas adam kini duduk di kursi sofa depan kami. Ia melihat-lihat pakaian yang dikenakan,mungkin terasa aneh. “Mas Adam, silahkan diminum dulu kopinya. Mumpung masih hangat.” Ia tersenyum, lalu membuka penutup gelas hingga asap keluar dan mengudara. Bau kopi hitam pun menguar, menelusuk ke hidung. Ada rasa ingin mencicipnya. Namun, mengingat kehamilanku yang masih berumur muda. Aku takut mengkonsumsi kafein dari minuman tersebut. “Maaf y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN