Sesion 2 Bab.9

1150 Kata

“Mas Adam,” ucapku lirih menatap wajah yang mirip suamiku. Lelaki berpakaian formal dengan kemeja dan celana panjang itu terlihat basah. Berdiri tegak dengan tangan kanan yang memegangi payung yang diarahkan ke aku. “Mas, kamu menepi saja,” ucapku setengah berteriak karena melawan derasnya air hujan. “Kamu basah kuyup. Kamu bisa sakit kalau terus-terusan disitu,” ucapku lagi. Lelaki itu tak bergeming, seakan tak mendengar apa yang kuucap. Lalu kutarik lengannya, dan sedikit berlari menuju tempat teduh. Suara riuh dari tetesan air yang jatuh mengenai atap usang saling beradu, memecah rasa sepi di antara kami. Tak ada pembicaraan, melainkan sama-sama menatap puluhan gundukan tanah yang basah dengan pikiran masing-masing. Kugesekkan kedua telapak tanganku, mencoba sedikit mencari k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN