Sesion 2 bab.8

1271 Kata

Tangan melambai ke arah kendaraan roda empat yang berlalu, di mana mata Mbak Anita terlihat sendu namun dipaksakan untuk tersenyum. Beberapa detik kemudian tubuh ringkih itupun ambruk, bersamaan dengan mobil Mas Adam yang mulai tak terlihat. “Mbak Anita,” ucapku cepat sambil menyangga tubuhnya. Ia tersenyum. “Aku tak apa, cuman mendadak kehilangan keseimbangan.” Lagi-lagi wanita itu menutupi rasa sakitnya. Kupegangi tangan kurus itu, dan kupapah menuju kamar. Namun, ketika melewati pintu kamarku, langkah kakinya terhenti. Ia menoleh ke pintu kamarku yang masih tertutup rapat. “Boleh aku tidur bersamamu, Dijah,” ucapnya. Kulihat gelagat aneh dari raut wajahnya. Namun, akupun tak berani menolak ketika mbak anita meminta. “Boleh, Mbak, dengan senang hati.” Kubantu wanita cantik dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN