Sesion 2 bab.7

1324 Kata

Seminggu sudah Mas Ammar meninggalkan dunia ini. aku terpenjara oleh sepi, terkekang rasa rindu. Bahkan dalam tiap detikku, tak pernah enyah dari melamunkan lelaki berlesung pipit itu. Kembali kubuka halaman buku, yang menjadi karya terakhirnya. Novel berjudul “khadijah” yang sekaan menjadi sebuah bukti kisah cinta kami yang bahagia. Malamku terbangun dengan suara lirih nan indah. Sepasang mata tengah mengembun di atas sajadah hitam favoritnya. Terbalut dengan mekena putih dengan ujung berenda. Namaku terus tersebut dalam doanya. Bukan harapan untuk aku membalas rasa sayang miliknya. Melainkan dengan kesehatan dan kebahagiaanku. Bagaimana aku tak jatuh cinta? Sedangkan namaku terus dilangitkan bersama untaian doa kepada RobNya? Aku tersenyum, membaca jejeran huruf nan rapi dari novel bu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN