Malam semakin larut, tapi Stevi belum juga tertidur. Banyak hal yang gadis itu pikirkan, mulai dari nilai ujiannya nanti sampai acara promnight. Stevi yang tidak suka keramaian, tidak nyaman jika ikut promnight. Gadis itu merasa bingung, jika tidak ikut pasti Arya akan memaksanya untuk ikut. Berulang kali mencoba memejamkan matanya, bayangan Alfian tiba tiba muncul. "Lo bisa aja balikan sama Arya, tapi sampai kapanpun lo akan tetep ngerasa bersalah karena udah jadiin temen gue sebagai pelampiasan." Rasa bersalah itu benar benar nyata, Stevi memang bahagia saat bersama Arya. Tapi tidak bisa di pungkiri bahwa gadis itu merasa ada yang kurang, laki laki penyabarnya sudah tidak ada lagi. Sedang apa dia? Apa dia sehat? Apa makannya selalu teratur? Stevi merasa kasihan pada dirinya sendiri,

