Chapter 91

2332 Kata

Sepertinya aku harus berpikir berat. *** Kahayang sempat terdiam saat Edwin melontarkan pertanyaan akan kepercayaannya pada Gery. Mulut Kahayang boleh saja terkunci, tetapi hati Kahayang dengan cepat menjawab, "Tidak percaya." Itu mengejutkan Kahayang. Hati lebih jujur dari pada kepala yang masih bisa dimanipulasi. Dan hati Kahayang menolak untuk memercayai Gery. Tapi, meski tak percaya, Kahayang masih mudah luluh dengan Gery. Itu membuat Kahayang bertany-tanya sendiri, apa kemudian yang membuatnya bertahan dengan Gery jika hatinya tak bisa memercayai lelaki itu? Kahayang memaksakan seyum lebar terukir di wajah. "Opa, datang-datang kok nanya yang enggak-enggak. Hehehe.... Opa, cari bunga apa kali ini?" Kahayang mengalihkan tatapannya pada deretan pot-pot anggreknya. "Nanti aja bungan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN