Chapter 94

2076 Kata

Aku bersamanya malam ini. *** Baru kali ini Kahayang menjadi gugup dan resah denga bunyi dering ponselnya. Baru kali ini juga Kahayang teramat sangat panik dengan siapa yang meleponnya. Kepalanya buntu, tetapi hatinya menuntut. Ia sudah punya ketetapan. Akhirnya Kahayang menerima panggilan teleponnya. "Ma...." "Kamu di mana? Kehujanan? Lingga suruh jemput kamu, ya." Kahayang menatap pada Sambara seolah meminta bantuan. Sambara mengeluarkan ponselnya dan mengetikkan sesuatu. Kahayang jadi gemas karena tidak diacuhkan oleh Sambara. Dicubitnya pria itu dan Sambara mengaduh tanpa suara, ia juga menggerakkan bibirnya yang membentuk satu kata, "Tunggu." "Ayang? Halo? Ayang?" Suara Lia terdengar memanggil-manggil, membuat Kahayang meringis. Bingung antara bagaimananya. "Iya, Ma. Suara Mama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN