Kamu tidak boleh sendiri. Harus ada aku. *** "Ayang! Astaga!" pekik Sambara saat melihat sosok yang terduduk dengan kaki dilipat dan kepala menunduk, ditutupi kedua tangannya. Sebelum sosok itu menoleh, Sambara sudah mengenalinya. Cepat-cepat Samabara jongkok di sisi Kahayang dan merangkul lengan Kahayang. "Ayang! Ayo!" Setengah memaksa, Sambara membantu gadis itu bediri dan membimbingnya masuk ke dalam mobil. Saat Sambara baru masuk, ia mendapati Kahayang menangis dengan suara tertahan. Ia masih menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Tubuhnya yang basah kuyup membuat Sambara iba. Sambara memeriksa ke belakang barangkali ada jasnya yang tertinggal. Tapi, kemudian mengeluh dan menyesal karema dirinya orang yang praktis, jadi ia tak punya simpanan jas atau jaket kering. Ia sendiri juga t

