Aku melihatmu akhirnya. Meski kamu sudah hancur. *** Bros itu terarah ke awajah Danisa yang terlihat khawatir. Sekejap wajah Danisa tak terlihat, bros terarah pada objek tidak jelas dan dalam sekejap sudah berada di tangan seorang pria yang wajahnya terlihat penuh kharimastik. Ia tersenyum mengamati bros itu tanpa sadar jika wajahnya terekam jelas. "Bros yang cantik. Dari seseorang?" tanya si pria. Tak ada suara jawaban dari Danisa, tapi sepertinya sudah mendapatkan jawabannya karena setelah menatap ke arah Danisa, si pria kembali menatap bros itu. "Apakah ini sangat berharga bagimu?" Lagi-lagi tak ada suara jawaban dari Danisa dan lagi-lagi terlihat si pria tersenyum penuh arti. "Baiklah, kita letakkan di sini saja, ya." Si pria sepertinya meletakkan bros di meja bulat putih dekat

