Chapter 82

2036 Kata

Aku hanya ingin tahu. Tapi, ternyata aku mendapat kebaikan. *** Di dalam mobilnya, Anes terdiam menatap toko bunga "Kahayang". Jari-jemarinya sesekali meremas setir mobil dan sesekali mengetuk-ngetuknya. Anes juga menggigit-gigit kuku jarinya. Kegelisahan tak bisa ditutupi. Anes berada pada kebimbangannya atas keputusan yang sudah dibuat. Sakit hati Anes sedang tidak bisa dibendung. Ia yang kesakitan, merasa kurang mendapatkan perhatian karena kemudian ia tahu jika Deon sedang makan malam di restoran mewah. Ditambah, Anes juga tahu jika Deon menginap di hotel sebelum pulang ke rumahnya, artinya Deon tak sendiri. Ya, Anes memang bisa mengetahui dengan jelas di mana saja Deon berada, ini karena diam-diam Anes memasang pelacak di ponsel Deon. Namun, perihal kencan dan sebagainya, Anes hany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN