Dia pergi. Harus dicari! *** Markus memijat keningnya kuat-kuat. Kepalanya seketika seperti dipenuhi ulat-ulat kecil yang sedang menggerogoti setiap jaringan syaraf otanya. Rasanya begitu pening dan berat. Belakangan, hidupnya benar-benar berantakan. Semua menjadi sangat kacau sejak kematian Danisa. Atau mungkin lebih tepatnya sejak Danisa dimunculkan. Atau mungkin lebih jauh lagi, yaitu sejak orang itu kembali memesan yang diinginkan padanya. Dirinya sebenarnya sudah enggan menerima permintaan lelaki bernama Opa itu. Markus trauma dengan kejadian sebelum Danisa. Hampir saja seseorang tewas. Untungnya, saat itu dokter yang menjadi pelanggan bisa segera datang dan si pria muda itu bisa selamat. Sayangnya itu tak terjadi pada Danisa. Pria muda itu sudah sekarat saat ditemukan. Keadaanny

