Chapter 72

2706 Kata

Aku pilih kamu. *** Sambara duduk diam di sebuah gazebo yang dinaungi pohong tinggi nan rindang. Angin yang berembus cukup meringankan cuaca yang sedang terik-teriknya. Pandangan Sambara terpaku pada deretan dua makam yang terdapat buket mawar biru, tak jauuh dari gazebo tempat ia bernaung. Untuk ayahnya, Sambara tak terlalu ingat akan kenangannya. Ia ditinggalkan saat usianya masih lima tahun. Kisah kematiannya pun ia dapat dari ibunya. Pada malam yang hujan lebat, kedua orang tuanya baru pulang dari acara resepsi pernikahan seorang teman. Tiba-tiba mobil ayahnya dipepet dari sebelah kanan dan kemudian ada mobil lain yang mendorong dengan sangat kuat dari belakang. Sebelum benar-benar mobil ayahnya keluar jalur dan menabrak pohon besar, ayahnya menyebutkan sebuah nama pada ibunya. Aya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN