Kesakitan yang merajam. Aku ingin dibantu. *** "Pergiii! Pergiii!" Suara jeritan melengking, membuat Markus terjaga dari tidurnya. Ia memukul tempat tidurnya dan melempar bantalnya ke sembarang arah. Wajahnya yang berwarna cokelat gelap, semakin gelap karena emosi yang memuncak. Sudah tiga harian ini ia kesulitan tidur dan dia paling benci jika tidurnya diganggu. Bela, belakangan hari sering berteriak dan mengunci diri di kamar. Harus Markus yang datang, barulah dia tenang. Itu pun Markus muak harus menghadapi tangisan dan ceracau tidak jelas Bela perihal hantu orang mati. Markus berusaha memahami Bela yang baru pertama kali melakukan tindakan kriminal, sekalinya berbuat keji justru kasus pembunuhan. Namun buat Markus, setelah melewati satu hari harusnya semua bisa diatasi. Tak perlu

