"Omset keuangan untuk bulan ini naik sebesar 2% dan juga ada beberapa hal---" Suara dering telepon yang cukup kencang itu membuat ucapan Putri terhenti. Dia menatap Vano dengan ragunya dan juga sedikit rasa takut. "Kau bisa mengangkat telepon dulu." Vano berucap. Putri menganggukkan kepalanya. Setidaknya saat ini dia merasa bersyukur karena Vano mengerti dengan situasinya saat ini. Lantas, dia langsung memundurkan langkahnya dan merogoh kantongnya. Diambilnya ponsel yang sedari tadi terus berdering. Saat membaca nama seseorang yang menghubunginya, dia hanya bisa mendesah pelan. Dari pihak sekolah dan Putri sangat yakin sekali kalau Cinta telah membuat masalah sampai dirinya ditelepon lagi. Padahal, baru beberapa minggu anaknya itu sekolah, tapi sudah ada saja masalah yang menim

