Kemarahan yang tengah dirasakan oleh Putri saat ini, berusaha untuk dipendam olehnya. Dia menarik nafasnya dengan kasar, secara perlahan dia mulai membalikkan tubuhnya, matanya menatap ke arah Gio yang sampai saat ini masih memegang bahu nya. "Apalagi? Aku mau kerja dan gak ada waktu untuk mu." Putri menghempaskan tangan Gio yang menyentuhnya itu, lalu dia mulai berbalik dan melangkah pergi dari sana. Mungkin, Putri lupa akan sikap Gio yang tak mudah menyerah dengan mudah nya. Pria itu langsung melangkahkan kakinya dengan cepat, menuju ke tempat Putri dan kini dia mencengkram tangan wanita itu dengan sangat kuat, menyeretnya langsung menuju ke parkiran mobilnya. "Sialan, apa yang kau lakukan." Sebisa mungkin, Putri melepaskan tangan Gio yang mencengkram nya itu. Sungguh, Gio sangat

